Langsung ke konten utama

Display Produk Menarik di Rak

Saat melihat display dari produk Minimarket/Supermarket sepertinya selalu terlihat rapi dan menarik, terkadang kita yang awalnya cuma mau beli satu dua produk maalah jadi kalap dan lupa tujuan. hm... Jangan-jangan ada magic nya?😄
Sebenarnya yang terjadi itu sesuai dengan tujuan display itu sendiri. Yuk kita kenali dulu apa itu display.
Display (penataan produk) adalah Penataan produk yang dikelompokkan berdasarkan jenis, fungsi dan dengan memperhatikan keindahan tampilan untuk menarik konsumen terhadap produk tersebut. 

Tujuan display:
berdasarkan sumber dari ruangguru.com seperti ini:


Attention (Perhatian)

Mengenalkan suatu produk atau brand tertentu, Contohnya, merancang jendela toko yang unik. Sehingga membuat orang yang ada di luar tertarik dan merasa: “Wih, apa nih?

 

Interest (Menarik)

Interest ini satu tahap lebih jauh setelah kita mendapat perhatian customer. Penataan produk yang baik akan membuat konsumen tertarik dan melihat secara langsung bentuk fisik produk. Ini bisa jadi menampilkan pesan positif untuk pemilik toko.

 

Desire (Keinginan)

Ini artinya konsumen gak cuma ngeliat dan tertarik, tetapi udah mulai nanya-nanya. Maka tugas pramuniaga, harus dapat memberikan keyakinan ke konsumen.

 

Action (Tindakan)

Ini berarti konsumen udah masuk ke tahap akhir dalam sebuah pemasaran: pembelian.

Penataan produk yang baik juga nggak pernah ninggalin 5 karakteristik ini. Pertama, ia harus khas dan dramatis. Maksudnya, penataan produk harus bisa munculin keselaran antarelemen, atau cahaya, atau alat pendukung lainnya. Penataan produk juga perlu menarik, sederhana, memiliki tema yang dominan, serta rapi dan bersih. 



Nah berdasarkan tujuan tersebut, makanya display yang menarik disini menjadi hal yang sangat penting. Kayaknya sabi sih kalo buat toko klontong dengan sentuhan modern dan ga gitu-gitu aja. Untuk membuat toko klontong ala modern kita harus mengkategorikan produk terlebih dahulu. Yah, kita harus memahami atau setidaknya mengenali produk yang kita jual untuk meyakinkan konsumen membeli produk kita. Pengenalan tersebut bisa kita rangkum dalam istilah 'KEJU2MBER', keju2mber itu adalah:

1.Kemasan
Apakah kemasan tersebut berbentuk pouch, kotak, tetrapack(kotak karton hygenis), botol plastik(pet), kaleng(can)

2.Jenis
Bentuk dari produk tersebut apakah cair, bubuk dsb. Misal coklat detergen ada yang berbentuk bubuk, liquid(cair), atau cream

3.Ukuran
Contohnya untuk air mineral ada yang ukuran 330ml, 600ml, 1.500ml, kita bisa mengenal dan mengelompokan display berdasarkan ukuran tersebut dan membuat display terlihat rapi. 

4.Merk
Nama dari suatu produk

5.Manfaat
Pengelompokan produk berdasarkan kegunaan dari produk tersebut.

6.Barcode/PLU
Identitas produk yang biasa ada dikemasan berbentuk batangan(barcode/QR) dengan angka dibawahnya

7.Expired
Ini penting untuk kita mengetahui apakah produk tersebut akan lebih cepat expired atau tidak, sehingga mempengaruhi penempatan produk dan perlakuan produk. Produk dengan expired singkat sebisa mungkin terdisplay di posisi yang mudah terlihat, karena rawan expired dan bisa membuat kerugian.

8.Rasa
Setiap produk biasanya memiliki perbedaan rasa, kamu bisa mendisplay rasa yang berbeda bersampingan sehingga membuat konsume jadi lebih bisa leluasa memilih.

Dengan memahami 8 poin tersebut, tentu memudahkan kita dalam penataan produk. lalu apalagi?
Displaylah produk pada rak yang terlihat, baik pada kaca, kayu, rak gantung, ataupun besi. Kita juga bisa membuat toko yang produknya dibelakang kita, atau terbuka sehingga konsumen sendiri yang memilih produknya. 

Penataan produk pada rak:

1. Penataan Produk berdasarkan ukuran

        Letakan produk dengan ukuran kecil/ringan dibagian atas, dan paling besar dibawah. Untuk rak besi tipe tinggi bagian paling atas rak bisa di display produk berukuran lebih besar.

2. Label Price

        Pastikan setiap produk memiliki label harga dan update. kamu juga bisa memasangkan data strip pada rak untuk memudahkan penempatan harga. 

3. Penataan Rak

       Tempatkan produk komplementer di rak yang berdekatan atau didalam rak yang sama sehingga memudahkan bisa membuat calon pembeli menambah belanjaan mereka. Tempatkan juga produk yang cepat expired dibagian depan, misalnya roti,telur,sayur. Jika kamu jual produk fresh kamu juga bisa menambahkan keranjang-keranjang kecil di atas rak.

4. Pencahayaan toko

        Pencahayaan juga perlu diperhatikan supaya produk tidak terlihat suram,tapi ini juga disesuaikan dari tema yang di ambil. Untuk tema minimarket saya lebih menyarankan untuk menggunakan penerangan yang terang dan warna putih, ini akan membantu toko anda semakin terlihat dan memunculkan feel hiegyne pada produk toko. Sedangkan kuning akan menampilkan kesan mewah pada produk, sesuaikan pencahayaan dengan tema yang anda ambil

5. Bersih dan rapi

        Dengan susunan yang baik tersebut akan percuma saja jika kamu tidak rutin dalam menjaga kebersihan produk yang didisplay karena akan menurunkan minat terhadap produk yang tidak terurus. Ga mau juga kan produk yang dijual ternyata kotor dan lebih parahnya expirednya lewat lagi, karena ketidakpedulian terhadap produk itu bisa menjadi sumber masalah

6. Efisien display

        Untuk memanfaatkan tempat yang sempit kamu juga bisa menata produk dari merk yang sama dengan harga yang sama berposisi depan-belakang atau atas-bawah di shelving(rak) yang sama. ini akan menghemat space yang terbatas namun tetap berkesan rapi. 

7. Expose Produk lebih Variatif

        Dengan menambahkan aksesoris seperti clip strip disetiap rak bisa menambahkan lagi peluang produk terjual, untuk produknya usahakan masih berkaitan dengan rak yang dipasang. misal untuk tipe minimarket kita bisa menggantung kerupuk/pilus disamping rak mie

8. Posisi Display 

        Ada bernacam-macam posisi display produk, ada display tegak lurus, miring, dengan page hook(sejenis gantungan yang bisa kamu pasang pada backmes/ram), setiap displaynya dengan merk produk selalu menghadap depan. Full display juga produk kamu, ini akan mempengaruhi semangat pembeli untuk berbelanja karena produk terlihat banyak. Tapi ingat ya, jangan sampai over juga..... apalagi sampai dipaksa display bejubel, yang ada produknya habis bukan dijual tapi habis karena rusak dan itu juga akan membuat kesan jadi berantakan.
        
            Sekian pembahasan display produk pada rak kali ini, semoga bisa bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian dan dampak Nota Barang Hilang (NBH) / Nota Selisih Barang (NSB)

Hai, sobat retail pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah NSB/NBH ini. Beberapa retail seperti Alf*m*rt & Ind*mar*t menerapkan sistem ini dalam manajemen iventory mereka. Mulai dari sekarang saya akan 'menulis' istilah ini dengan NSB saja, NSB sesuai dengan asal katanya adalah Selisih antara stok data di komputer dan fisik yang akan dibebankan kepada karyawan ketika melebihi Batas Toleransi Kehilangan (BTK). NSB merupakan hasil dari proses Stok Opname (SO) yang sudah dilakukan di toko atau gudang. Penyebab selisih sendiri sebenarnya ada berbagai hal, ada dari faktor external dan internal. source: bisniz.id - google pict Pada faktor internal selisih barang bisa saja terjadi karena kelalaian dalam proses transaksi kasir(salah input jumlah atau barang tidak ter-scan dengan benar), ketidaktelitian dalam administrasi, proses pemusnahan / retur yang tidak terdata, dan bisa juga dari karyawan itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal bisa berasal dari pembeli yang tidak membayar...

Mengelola Stok Untuk Mengurangi Kerugian

Pengelolaan stok toko merupakan poin penting saat berbisnis, kita tidak mungkin mau kehilangan sales hanya karena stok kosong ataupun sebaliknya produk yang kita jual justru tidak jalan karena expired atau pengelolaan yang salah. Pengelolaan Stok yang baik secara tidak langsung akan meningkatkan penjualan, dengan menurunnya potensi kerugian. Ada beberapa metode pengelolaan stok yang bisa diterapkan, seperti FIFO,FEFO,dan LIFO. Sumber : accurate.id 1. FIFO     FIFO merupakan kepanjangan dari First In First Out, sesuai namanya FIFO adalah proses pengelolaan stok dimana produk yang pertama kali masuk harus keluar pertama juga. Dengan metode ini biasanya diterapkan pada bisnis F&B, produk makanan yang kamu tahu expirednya memiliki waktu yang singkat. Dengan Seperti ini, kualitas produk juga akan lebih terjaga fresh dan sekaligus memiliki kontrol yang baik untuk menguragi cost karena produk expired/rusak. 2. FEFO     FEFO ini kepanjangan dari First Expired First Out,...