Langsung ke konten utama

Mengelola Stok Untuk Mengurangi Kerugian

Pengelolaan stok toko merupakan poin penting saat berbisnis, kita tidak mungkin mau kehilangan sales hanya karena stok kosong ataupun sebaliknya produk yang kita jual justru tidak jalan karena expired atau pengelolaan yang salah. Pengelolaan Stok yang baik secara tidak langsung akan meningkatkan penjualan, dengan menurunnya potensi kerugian. Ada beberapa metode pengelolaan stok yang bisa diterapkan, seperti FIFO,FEFO,dan LIFO.

Sumber : accurate.id

1. FIFO
    FIFO merupakan kepanjangan dari First In First Out, sesuai namanya FIFO adalah proses pengelolaan stok dimana produk yang pertama kali masuk harus keluar pertama juga. Dengan metode ini biasanya diterapkan pada bisnis F&B, produk makanan yang kamu tahu expirednya memiliki waktu yang singkat. Dengan Seperti ini, kualitas produk juga akan lebih terjaga fresh dan sekaligus memiliki kontrol yang baik untuk menguragi cost karena produk expired/rusak.

2. FEFO
    FEFO ini kepanjangan dari First Expired First Out, Ini mirip seperti FIFO tapi kamu harus mengatur agar sebisa mungkin produk yang expired lebih cepat terjual lebih dahulu. Bukan berarti kita menjual produk yang jelek tetapi setiap produk memiliki expired dan tanggal produksi, kita sebagai pengusaha tentu menginginkan stok yang berputar dengan baik, karena dari segi konsumen juga merupakan end user. Konsumen membeli produk untuk segera dipakai atau kalau untuk stokpun tidak akan selama pengusaha yang mengelola stok lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pembeli lainnya. Metode ini membuat kamu menata produk dengan expired lebih dekat di depan atau mengeluarkan stok yang lebih dekat lebih dahulu saat keluar dari gudang. Kita juga harus lebih rajin mengecek expired produk, dan mencatat expirednya.

3 LIFO
    LIFO adalah Last In Last Out, ini kebalikan dari metode FIFO karena produk yang datang terakhir justru ditempatkan didepan sehingga kamu membuat produk kamu selalu update New Product dan tidak tertinggal trend yang sedang berjalan. Ini biasanya diterapkan pada produk yang tidak memiliki expired dan membutuhkan update terbaru, contohnya seperti pakaian, smartphone, electronik dsb. Jangan pernah menerapkan metode ini untuk barang yang memiliki expired cepat, karena akan menurunkan keuntunganmu. 

Dengan mengetahui strategi pengelolaan stok akan membantu kamu dalam meningkatkan penjualan dan meminimalisir kerugian, sesuai kan pengelolaan stok sesuai dengan produk yang kamu jual. Kamu juga bisa melakukan mix metode tersebut, semoga bermanfaaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Display Produk Menarik di Rak

Saat melihat display dari produk Minimarket/Supermarket sepertinya selalu terlihat rapi dan menarik, terkadang kita yang awalnya cuma mau beli satu dua produk maalah jadi kalap dan lupa tujuan. hm... Jangan-jangan ada magic nya?😄 Sebenarnya yang terjadi itu sesuai dengan tujuan display itu sendiri. Yuk kita kenali dulu apa itu display. Display (penataan produk) adalah Penataan produk yang dikelompokkan berdasarkan jenis, fungsi dan dengan memperhatikan keindahan tampilan untuk menarik konsumen terhadap produk tersebut.  Tujuan display: berdasarkan sumber dari ruangguru.com seperti ini:

Pengertian dan dampak Nota Barang Hilang (NBH) / Nota Selisih Barang (NSB)

Hai, sobat retail pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah NSB/NBH ini. Beberapa retail seperti Alf*m*rt & Ind*mar*t menerapkan sistem ini dalam manajemen iventory mereka. Mulai dari sekarang saya akan 'menulis' istilah ini dengan NSB saja, NSB sesuai dengan asal katanya adalah Selisih antara stok data di komputer dan fisik yang akan dibebankan kepada karyawan ketika melebihi Batas Toleransi Kehilangan (BTK). NSB merupakan hasil dari proses Stok Opname (SO) yang sudah dilakukan di toko atau gudang. Penyebab selisih sendiri sebenarnya ada berbagai hal, ada dari faktor external dan internal. source: bisniz.id - google pict Pada faktor internal selisih barang bisa saja terjadi karena kelalaian dalam proses transaksi kasir(salah input jumlah atau barang tidak ter-scan dengan benar), ketidaktelitian dalam administrasi, proses pemusnahan / retur yang tidak terdata, dan bisa juga dari karyawan itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal bisa berasal dari pembeli yang tidak membayar...